0
Dikirim pada 17 Agustus 2009 di Penyejuk Hati

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, Allahuma shalli ’ala Muhammad wa’ala aalihi washahbihii ajmai’iin.

Saudaraku, Yang Budiman, menjadi orang yang berwibawa bukanlah perkara mudah, namun sesungguhnya jika kita sanggup memiliki sikap ini, terutama bagi pemimpin, akan lebih mudah dalam berinteraksi dengan orang lain.

Berikut ini beberapa prinsip yang harus dilakukan jika ingin mempunyai sikap wibawa, pertama, harus sesuai apa yang dibicarakan dengan yang diperbuat. Artinya, kita hanya berbicara, menganjurkan seuatu yang telah kita perbuat saja. Kalau kita sendiri belum melaksanakan, disiplin misalnya, sebaiknya kita tidak menyuruh orang lain untuk disiplin dulu. Akan jauh lebih baik, jika kita segera berlatih disiplin, tunjukan saja kegigihan kita. Kadang, menyuruh dengan perbuatan bisa jadi jauh lebih efektif ketimbang menyuruh dengan lisan. Apalagi, dalam Al-Quran, Allah telah menegaskan tentang betapa besarnya murka Allah bagi orang yang berkata sesuatu yang tidak diperbuatnya. Begitupun Rasulullah SAW, beliau adalah orang yang sungguh sesuai apa yang diucapkan dengan yang diperbuatnya.

Kedua, tidak banyak melakukan kesalahan. Orang yang kerap melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang menyebabkan akan turun kewibawaannya. Orang seperti ini tidak mau belajar dari kesalahan, tidak peduli meski melakukan kesalahan yang berulang. Orang lain pun, akan menilai negatif kepadanya, dan boleh jadi tidak mempercayainya lagi untuk mengerjakan hal tersebut. Sehingga, jika ingin menjadi orang yang berwibawa, jangan pernah bosan belajar dari kesalahan. Kesalahan itu manusiawi, wajar, pasti dimaklumi, namun jika terjadi berulang, dan tidak memperbaiki diri, niscaya menjadi tidak percaya. Tentu, akan jatuhlah wibawanya.

Ketiga, orang juga akan jatuh wibawanya jika terbongkar aibnya. Misalnya, sudah gaya, pejabat, tapi ternyata ijasahnya palsu. Terbukanya aib sungguh merupakan alat ampuh untuk meruntuhkan kewibawaan seseorang. Jadi, memiliki track record yang baik adalah sangat penting dan harus dimiliki setiap diri. Kalau sudah ada cacat dalam track record, kita harus bersusah payah untuk membangun kepercayaan orang kembali. Sehingga, jangan pernah mencoba-coba melakukan kesalahan besar yang fatal, karena kalau tidak sekarang, kelak, mesti dapat terbuka. Bukankah Allah berkuasa membuka aib setiap manusia? Kalaupun terlanjur, pintu taubat tentu masih akan terbuka lebar, kalau kita sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri. Dan, semoga Allah mengampuni kita. Amin.

Terakhir, teruslah berupaya berakhlaq mulia. Karena, orang biasa runtuh wibawanya kalau akhlaqnya, tidak berprilaku mulia. Selain itu, orang tentunya akan suka berinteraksi dengan orang yang berakhlaq baik. Untuk itu, setiap hari haruslah perbaiki akhlaq kita. Wallahu a’lam.

 

Sumber: Kompilasi Bunga Rampai 5

Oleh: KH Abdullah Gymnastiar  manajemenqolbu.com



Dikirim pada 17 Agustus 2009 di Penyejuk Hati
comments powered by Disqus
Profile

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Dan kita berlindung kepada Allah dari jahatnya nafsu dan buruknya amalan. Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tiada yang mampu menyesatkannya dan barangsiapa yang telah disesatkan-Nya maka tiada yang mampu menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang benar untuk diibadahi selain Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya. More About me

Archive
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 106.476 kali


connect with ABATASA